Cerita Apa Saja Tentang Kita

IDE MAKANAN YANG LARIS DI PINGGIR JALAN




  
makanan yang laris di pinggir jalan

Berjualan makanan yang laris di pinggir jalan nampaknya recehan, tapi faktanya usaha makanan pinggiran jalan bisa menghasilkan jutawan baru. Nggak percaya? Boleh cek ke penjual-penjual gorengan yang sudah mapan lapaknya, berapa omzet dan profit hariannya.

Mungkin karena harga jual satuannya murah sehingga banyak yang menganggap hasilnya tidak menjanjikan. Padahal, menyimak dari beberapa grup jualan di facebook, sehari profitnya bisa sampai 300 ribu lho. Profit ya, Teman, bukan omzet. Malah ada yang 300 ribu itu tabungan per hari. Mantap kan.

Kalau sehari profitnya 300 ribu, sebulan berapa? Kalikan saja lah. 300.000 x 26 dengan asumsi libur sepekan sekali. Profit 7 juta an dari 1 lapak perbulan lumayan kan. Masih kalah gaji pegawai.

Makanan yang Laris di Pinggir Jalan


Coba yuk kita cek, apa saja ide jualan makanan yang laris di pinggir jalan itu.

1. Gorengan


Ini dia yang kita bahas di atas. Penjual-penjual gorengan yang laris, bisa mendapatkan omset jutaan per hari, dengan profit yang cukup besar. Gorengan disini bisa berupa mendoan, tahu isi, pisang goreng, sukun goreng, cireng, bakwan sayur. Kalau di Semarang bisa tambah tahu petis.

2. Cireng Isi

  
ide makanan yang laris di pinggir jalan
Sumber : idntimes.com

Duh, membayangkan gurihnya cireng sudah membuat ngiler. Tak heran kalau jajanan satu ini jadi favorit banyak orang. Selain rasa yang enak, harga juga sangat terjangkau. Apalagi kalau sudah ditambah isian ayam suwir pedas, hmm, tambah maknyus.

Bahan pembuatannya murah, caranya pun tidak sulit. Bisa dibuat oleh siapa saja. Selama

komposisi bahan dan bumbu tepat, cireng akan enak dan nagih alias bikin ketagihan.

3. Jasuke


Jasuke adalah singkatan dari jagung susu keju. Jagung manis pipil dikukus, ditambahkan parutan keju dan lelehan susu kental manis, sanggup mengembalikan mood setelah lelah seharian. Cara membuatnya sederhana, apalagi sekarang banyak jagung manis yang dijual dalam bentuk pipilan. Harganya bisa jadi malah lebih murah daripada ambil dari jagung manis segar. Tapi biasanya memang yang dari jagung segar akan terasa lebih manis.

Akan lebih menarik jika toppingnya diberi keju parut yang melimpah dan susu kental manis yang cukup. Yang perlu diperhatikan adalah kemasan, agar jika dibawa pulang lelehan susu kental manisnya tidak bocor. Asli, enak banget ini. Tidak salah kalau jasuke masuk daftar makanan yang laris di pinggir jalan.

4. Tahu Krispi


Tahu dengan balutan tepung tipis yang renyah sangat pas untuk jadi cemilan saat ngobrol atau mengerjakan tugas. Ditambah ceplusan cabe rawit membuat mata yang awalnya mulai ngantuk jadi melek kembali.

Tahu krispi cocok dijual di kawasan kampus maupun perumahan. Sasaran mahasiswa yang suka ngemil, juga ibu rumah tangga yang butuh tahu krispi untuk suguhan tamu, maupun camilan di rumah.Jika dikemas dengan cantik cocok juga untuk oleh-oleh.

5. Dimsum


Berjualan dimsum mungkin baru ngehits belakangan. Dulunya dimsum distigma sebagai jajanan mahal, hanya bisa dibeli di resto. Tapi sekarang ada banyak yang mulai jual di pinggir jalan dengan harga yang lebih terjangkau.

Variasi dimsum ada banyak mulai dari siomay, ceker, hakau, bakpao telur asin, bakpao kacang merah, pangsit, gyoza, lumpia, dan banyak lagi macam lainnya.

6. Angkringan


Sempat jadi hits beberapa waktu terakhir, jualan angkringan ini kelebihannya karena branding angkringan sendiri sudah kuat sebagai tempat makan sederhana yang murah, dengan jenis makanan yang bikin kangen. Jadi, saat memutuskan untuk membuka angkringan, perlu untuk memastikan bahwa makanan khas angkringan harus tersedia, misalnya nasi kucing, aneka sate, gorengan, dan wedang jahe.

7. Corndog


Makanan yang muncul dari daratan Korea ini rupanya cukup disukai di Indonesia. Terbukti di lapak-lapak yang menyediakan corndog banyak dikunjungi pembeli. Corndog dengan keju mozarella di dalamnya yang banyak dan meleleh karena panas dijamin bakal menggoyang lidah pembeli.

Corndog bisa divariasikan isiannya. Apakan utuh keju moza, atau diselingi sosis yang padat gurih. Dilengkapi dengan saus yang manis gurih pedas cocok sekali dijual di dekat sekolah atau kampus.

8. Takoyaki

  
takoyaki makanan yang laris di pinggir jalan
Sumber : http://food.detik.com

Takoyaki asalnya dari Jepang. Tepung yang dilarutkan sampai lembut, lalu dipanggang dalam cetakan khusus. Untuk filling atau isian bisa berupa tako atau gurita, bisa juga diganti sosis, keju, atau yang lain.

Adonan yang lembut dipanggang panas, lalu ada sentuhan gurih kenyal dari isiannya, plus mayonaise dan ditabur dengan serutan ikan yang lazim disebut katsuobushi makin membuat takoyaki ini menjadi jajanan favorit pinggir jalan. Meski bukan termasuk jajanan baru tapi penggemarnya masih cukup banyak.

9. Tahu bulat


Pesona tahu yang gurih ditambah sensasi gigitan yang satisfying itu membuat jualan tahu bulat bisa menjadi salah satu alternatif makanan yang laris di pinggir jalan.

Biasanya tahu bulat disajikan dengan taburan bumbu bubuk aneka rasa. Nah, bisa juga tahu bulat ini dikreasikan dengan paduan bumbu yang lain. Jangan lupakan sotong gorengnya ya.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Jualan


Selain rasa yang enak, ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi laris tidaknya jualan. Faktor-faktor itu antara lain :

Lokasi


Tidak bisa sembarangan asal jualan di pinggir jalan. Tetap butuh survey sederhana. Misalnya dengan mengamati siapa saja yang lewat jalan tersebut. Apakah sesuai dengan target market. Jam berapa saja ramainya, hanya di waktu tertentu, atau ramai sepanjang hari.

Kebersihan


Lokasi berjualan, gerobak dan perlengkapan jualan yang bersih serta rapi tentu akan membuat pembeli lebih nyaman. Sehingga dia akan datang lagi dan datang lagi. Ingat, yang akan mendatangkan profit adalah repeat order. Orang yang balik lagi dan balik lagi untuk terus membeli produk kita.

Jangan lupa kebersihan dari penjualnya. Bersih tubuh, bersih wajah, bersih pakaian.

Harga kompetitif


Untuk makanan pinggir jalan, faktor harga perlu diperhatikan, karena pembeli biasanya akan membandingkan. Perlu melihat di sekitar berapa harga dari produk yang sudah lebih dulu ada untuk mengukur daya beli konsumen.

Harga yang terjangkau jangan sampai tidak mendatangkan profit yang cukup, apalagi sampai mengurangi kualitas jualannya. Perlu dihitung baik-baik sehingga tetap memberikan profit tanpa harus jual mahal.

Keramahan penjual


Kebayang kan, kalau yang jualan orangnya jutek dan tidak sabaran. Yang ada pembeli kabur duluan. Maka, penting untuk memperhatikan bagaimana agar pembeli betah untuk berkomunikasi dengan kita sebagai penjual.

Kecepatan Pelayanan


Usahakan pembeli tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pesanannya. Jika karena ada suatu alasan yang membuat produk akan lama selesai disiapkan, jangan segan menanyakan dulu apakah pembeli mau menunggu atau tidak.

Jangan sampai pembeli kapok datang hanya karena kita lambat melayani.

Poin penting yang perlu kita ingat adalah bahwa profit atau keuntungan itu datang dari pembeli yang datang kembali, atau dengan kata lain repeat order lah yang akan memberikan kita keuntungan. Itu kenapa penting menjaga beberapa hal di atas agar repeat order terjadi. Agar pembeli datang lagi datang lagi, agar mereka tetap mau stay and pay.

Itulah beberapa hal yang terkait dengan ide makanan yang laris di pinggir jalan. Semoga menginspirasi.


Cerita Rita | Tempat Cerita Apa Saja Tentang Kita
Seorang perempuan yang masih terus belajar jadi istri istri yang baik, ibu dari 5 anak, suka makan bakso dan pempek. Aktif di beberapa grup bisnis dan juga membina beberapa kelompok ngaji, suka berteman dengan siapa saja.

Related Posts

18 komentar

  1. Saya sih paling suka sama dimsum. Selain bikin perut kenyang, harga ramah di kantong, rasanya lezat... Dan bebas gorengan...
    Jangan lupa, minumnya cukup air mineral ya...

    BalasHapus
  2. Aku pun suka dimsum, dan takoyaki sekarang lagi jadi favorit anak mbarep. Ide jualan sederhana ya bun, dulu juga pernah membaca bagaimana amazingnya profit bakul pentol. Ternyata uwwoww ya, apalagi kalau gerobagnya udah bercabang-cabang. Inspiratif.

    BalasHapus
  3. Kalau di Aceh tuh yang paling laris gorengan Bu.
    Mau cuaca panas, ujan tetap yang dicari gorengan. Yang lain mah laris juga tapi nggak selaris gorengan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama dong mbak, apalagi kalau bulan puasa, sudah jadi kurma jawa wkwk

      Hapus
  4. Yayaya bener nie gorengan omsetnya memang gila-gilaan. Makanya di tempatku jualan gorengan kayak jamur di musim hujan, tiap 5 meter ada aja yang jualan gorengan. Hmm menggiurkan ya.

    BalasHapus
  5. Jalanan pinggir jalan tuh emang menggugah selera ya Mba, peluangnya besar buat dapetin pelanggan2 baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat sekali, malah kadang orang beranggapan kalau makanan pinggir jalan lebih sedap daripada di resto

      Hapus
  6. Kalau yang pernah liat sendiri di beberapa video wawancara memang omset dan bahkan keuntungan bersih penjual gorengan dan angkringan itu gede. Apalagi kalau lebaran ya, wah! Karena akupun konsumen mereka hahaha. Jadi yg mau ngine bisnis bisa nih dicoba

    BalasHapus
  7. Adik kelasku ada yang jualan dimsum, nggak sampai setahun udah buka 2 cabang lagi. Jualannya cuma gerobak gitu, nanti sewa tempat di depan toko yang katanya murah sewanya. Emang ya bisnis yang keliatan receh tuh jangan dianggap sepele selama kita yakin dan serius menjalankannya.

    BalasHapus
  8. Kalau di daerah Malang, ada sempol Bund. hehe. Cireng sama gorengan biasa bikin sendiri sih. Sampe kadang pengen jualan sendiri juga :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh juga tuh kasih cicip2 teman dan tetangga, kali aja membuahkan orderan

      Hapus
  9. Hampir samaan aja ya, di mana-mana food street nya. Paling rame sekarang dimsum, dan yang dari masa ke masa gorengan tetap eksis

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengamat makanan juga ya pak, hehe, bener dimsum sedang naik daun nih

      Hapus

Posting Komentar